May 23, 2012

PLN Diingatkan Tak Ulangi Kesalahan seperti Saat Pilih TPPI

Rabu, 23 Mei 2012 | 15:43

JAKARTA - Sejumlah anggota DPR mengingatkan PT PLN (Persero) untuk tidak mengulangi kesalahan saat memilih PT Trans Pacific Petrochemical Indotama yang ternyata gagal memasok solar ke pembangkit listrik di Belawan, Medan.

"PLN jangan lagi mengulang kesalahan dengan memilih TPPI yang tidak layak. Dulu, kami sudah ingatkan soal ini," kata anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby A Rizaldi di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana PLN melaksanakan tender pengadaan solar sebesar 250.000 kiloliter per tahun untuk kebutuhan PLTGU Belawan, Medan.

Lebih lanjut Bobby mengatakan, PLN harus melihat kenyataan selama ini bahwa kredibilitas pemasok sangat menentukan ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Dalam hal ini, kredibilitas Pertamina sebagai pemasok bahan bakar bagi PLN sudah teruji dan karenanya dapat diandalkan.

Menurut Bobby, selain BUMN, Pertamina adalah perusahaan dengan reputasi tinggi mendistribusikan BBM ke seluruh Indonesia. "Dengan demikian, sudah selayaknya PLN memprioritaskan Pertamina memasok solar ke Belawan," katanya.

Hal senada dikemukakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Agus Sulistiyono. Menurut dia, PLN mestinya mengutamakan Pertamina sebagai sesama perusahaan negara.

Di samping itu, lanjutnya, Pertamina yang selama ini menjadi back up jika terjadi kegagalan pasok BBM ke suatu pembangkit PLN. "Jadi, bukan malah memprioritaskan perusahaan swasta, apalagi perusahaan asing yang kemungkinan besar akan memasok ke Belawan," katanya.

Ia mengatakan, PLN bisa memakai harga solar TPPI untuk Belawan kepada Pertamina sehingga tetap sesuai dengan upaya efisiensi. PLN melaksanakan tender pengadaan BBM jenis high speed diesel (HSD) atau solar untuk PLTGU Belawan sebanyak 250.000 kiloliter per tahun.

Kontrak berjangka waktu tiga tahun yakni 2012-2014, sehingga total pasokan sebanyak 750.000 kiloliter. Dengan harga solar sebesar Rp 8.500 per liter, nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun.

Tender tersebut dilakukan menyusul kegagalan TPPI memasok kebutuhan solar Belawan. TPPI gagal pasok karena kilangnya di Tuban, Jatim, tidak beroperasi menyusul kesulitan keuangan.

Per 4 Mei 2012, PLN sudah memutus kontrak pasokan 300.000 kiloliter HSD per tahun dari TPPI ke PLTGU Belawan, Medan. Sebagai gantinya, PLN sementara ini mengalihkan stok Shell yang murah sebesar 300.000 kiloliter ke Belawan. Atas kegagalan pasokan tersebut, PLN telah mencairkan uang jaminan TPPI senilai Rp50 miliar. (tk/ant)

http://www.investor.co.id/energy/pln-diingatkan-tak-ulangi-kesalahan-seperti-saat-pilih-tppi/36721

No comments:

Post a Comment